Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi makna syahid dalam Hikayat Prang Sabi karya Teungku Chiek Pante Kulu dari perspektif kajian sastra. Hikayat ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran religius dan semangat perlawanan masyarakat Aceh pada masa kolonial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan sumber utama teks hikayat serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna syahid dalam hikayat dikonstruksi melalui penggunaan bahasa simbolik, legitimasi ayat-ayat Al-Qur’an, serta narasi yang menempatkan syahid sebagai bentuk kehidupan abadi. Selain itu, hikayat ini juga berfungsi sebagai media ideologis dalam membangun semangat jihad dan perlawanan terhadap kolonialisme.
Copyrights © 2025