Pendidikan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan masa transisi krusual di mana minat belajar siswa harus di pupuk secara optimal. Namun, kenyataan di lapagan menunjukkan adanya keberagaman kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai motivator dalam mengeksplorasi minat belajar siswa berkemampuan kognitif rendah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru di MI Wahana Ilmi Gondosari. Pendidikan merupakan salah satu aspek yag sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Guru merupakan komponen penting di bidang Pendidikan juga dalam proses pembelajaran. Adapula banyak cara pengajar dalam meningkatkan minat belajar seperti dijelaskan oleh Slameto, yaitu: Menggunakan minat-minat yang ada, membentuk minat belajar yang baru, menghubungkan dengan peristiwa sensasional, memakai insentif dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran. Siswa dengan kemampuan kognitif rendah sering kali mengalami krisis kepercayaan diri dan kehilangan minat belajar karena merasa tertinggal dari teman sebayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang melibatkan guru kelas, siswa berkemampuan kognitif rendah, kepala madrasah, dan rekan sejawat. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mendalam mengenai strategi motivasi yang efektif dalam mengakselerasi minat belajar siswa yang lambat belajar (slow learner). Kata Kunci: Peran Guru, Motivator, Minat Belajar, Kemampuan Kognitif Rendah
Copyrights © 2026