Perkembangan teknologi manufaktur aditif mendorong pemanfaatan material berbasis limbah plastik, seperti Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE), dalam bentuk pelet sebagai bahan baku filamen 3D printing. Namun, studi yang secara langsung membandingkan karakteristik filamen dari kedua material pada kondisi proses yang serupa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif karakteristik filamen berbasis PP dan HDPE melalui proses ekstrusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan variasi suhu dan kecepatan motor, serta pengukuran diameter, homogenitas, kekuatan, dan laju ekstrusi filamen. Hasil menunjukkan bahwa sistem bekerja stabil pada ≥50 PWM dengan deviasi suhu ±2°C. PP menghasilkan diameter 1,15–1,75 mm dengan nilai optimal 1,75 mm pada 160°C dan 60 PWM serta laju ekstrusi lebih tinggi. HDPE menghasilkan diameter 1,10–2,05 mm dengan nilai optimal 1,77 mm pada 170–175°C dan 70 PWM serta menunjukkan ketahanan yang baik. Perbedaan ini dipengaruhi oleh viskositas dan perilaku aliran material. PP lebih sesuai untuk kestabilan dimensi, sedangkan HDPE untuk kebutuhan kekuatan material.
Copyrights © 2025