Students’ understanding of geoelectrical concepts remains limited, particularly in terms of fundamental principles and practical skills in operating field equipment. Limited field practice opportunities and the lack of interactive learning media further constrain the learning process. This study aims to develop a learning media based on Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) to enhance the visualization and simulation of geoelectrical concepts. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The resulting product is an interactive application integrating AR and VR technologies. Feasibility was evaluated by media experts, material experts, and field experts, while practicality was assessed through user response questionnaires. The validation results indicate average scores of 4.76 (media experts), 4.71 (material experts), and 4.86 (field experts), all categorized as very feasible. The practicality test yielded an average score of 4.23, categorized as very practical. These findings suggest that the developed media is effective as an alternative learning tool that is interactive, contextual, and capable of improving students’ understanding of geoelectrical concepts. ABSTRAK Pemahaman mahasiswa terhadap materi geolistrik masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek konsep dasar dan keterampilan penggunaan alat di lapangan. Keterbatasan praktik serta minimnya media pembelajaran yang interaktif menjadi faktor utama yang menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk mendukung visualisasi dan simulasi konsep geolistrik secara lebih konkret. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk yang dihasilkan berupa aplikasi pembelajaran interaktif berbasis AR dan VR. Uji kelayakan dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli lapangan, sedangkan kepraktisan diukur melalui angket respon pengguna. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh nilai rata-rata 4,76 dari ahli media, 4,71 dari ahli materi, dan 4,86 dari ahli lapangan, yang seluruhnya termasuk kategori sangat layak. Sementara itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,23 dengan kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan mampu membantu mahasiswa dalam memahami konsep geolistrik.
Copyrights © 2026