Epistemologi pendidikan Islam merupakan fondasi penting dalam merumuskan arah, tujuan, serta metode pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Salah satu pemikir Muslim kontemporer yang memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan epistemologi pendidikan Islam adalah Fazlur Rahman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam epistemologi pendidikan Islam dalam pemikiran Fazlur Rahman, terutama yang berkaitan dengan sumber pengetahuan, metode pemahaman wahyu, serta implikasinya terhadap praktik pendidikan Islam di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan menelaah karya-karya utama Fazlur Rahman dan literatur pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman memandang Al-Qur’an sebagai sumber utama pengetahuan yang harus dipahami secara kontekstual dan historis melalui peran akal. Ia menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, serta menekankan integrasi keduanya dalam sistem pendidikan Islam. Metode double movement yang dikemukakannya menjadi kerangka epistemologis penting dalam menjembatani nilai-nilai normatif Al-Qur’an dengan realitas sosial kontemporer. Dengan demikian, pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman, berilmu, bermoral, dan mampu berkontribusi secara aktif dalam membangun peradaban yang adil dan humanis.
Copyrights © 2026