Pembiayaan pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem kesehatan karena berkaitan langsung dengan akses, keadilan, keberlanjutan program, dan perlindungan masyarakat dari beban biaya kesehatan. Dalam konteks tersebut, willingness to pay (WTP) dan ability to pay (ATP) menjadi dua konsep penting untuk menilai sejauh mana masyarakat bersedia dan mampu membayar pelayanan kesehatan, baik melalui iuran jaminan kesehatan, pembayaran langsung, maupun biaya tambahan untuk peningkatan mutu pelayanan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji determinan WTP dan ATP dalam pembiayaan pelayanan kesehatan serta menjelaskan keterkaitan keduanya dalam perspektif kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terhadap 18 literatur inti yang dipilih secara purposif pada rentang tahun 2014-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa ATP lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, seperti pendapatan, pengeluaran rumah tangga, jumlah tanggungan, jenis pekerjaan, dan kestabilan sumber pendapatan. Sementara itu, WTP tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi, tetapi juga oleh persepsi mutu pelayanan, pengalaman menggunakan layanan, pengetahuan tentang jaminan kesehatan, persepsi manfaat, risiko sakit, kepuasan pasien, dan kepercayaan terhadap sistem kesehatan. Kajian ini menegaskan bahwa WTP dan ATP perlu dipahami secara bersamaan karena seseorang dapat bersedia membayar tetapi tidak mampu secara ekonomi, atau sebaliknya mampu membayar tetapi tidak bersedia karena pelayanan dianggap kurang bermutu. Oleh karena itu, kebijakan pembiayaan kesehatan perlu dirancang secara lebih adil, adaptif, dan sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2026