Penelitian ini mengkaji implementasi model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/Pembelajaran Berbasis Masalah) dalam Pendidikan Agama Islam (Pendidikan Agama Islam/PAI) di SMA PGRI Gedangan. Model Pembelajaran Berbasis Masalah bertujuan untuk membentuk sikap moral siswa dan membantu mereka mengatasi tantangan kontemporer. Berlandaskan teori moral sosial, yang menekankan rasa hormat terhadap individu, tradisi, dan lingkungan, penelitian ini mengisi celah dalam penelitian sebelumnya dengan berfokus pada konteks digital, seperti pencegahan hoaks dan cyberbullying. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Responden meliputi 15 siswa aktif dari kelas X hingga XII yang menggunakan media sosial, bersama dengan satu guru PAI. Analisis dilakukan menggunakan teknik komponen untuk memeriksa konsistensi dan perbedaan data, memastikan pemahaman mendalam tentang fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah secara efektif meningkatkan sikap moral siswa, seperti empati, kesopanan, toleransi, dan kerja sama timbal balik, dengan keselarasan data mencapai 90%. Siswa menjadi lebih bijak dalam interaksi online, mampu menyelesaikan konflik interpersonal melalui komunikasi terbuka, dan menjaga etika digital. Pendekatan ini membangun karakter yang adaptif dan harmonis yang selaras dengan nilai-nilai agama, meskipun strategi inklusif diperlukan untuk siswa yang kurang aktif. Secara keseluruhan, Pembelajaran Berbasis Masalah di PAI berkontribusi dalam membentuk generasi yang bermoral tinggi di tengah dinamika era digital
Copyrights © 2026