Jurnal Biosense
Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026

OPTIMASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP REGENERASI TALAS KETAN MERAH SECARA IN VITRO

Damayanti, Fitri (Unknown)
Musliman, Acep (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Talas (Colocasia esculenta L. Schott) merupakan salah satu tanaman pangan tropis dengan nilai gizi tinggi yang berperan penting dalam ketahanan pangan lokal maupun global. Namun, produktivitas tanaman ini sering terhambat oleh keterbatasan bibit berkualitas, rentan terhadap serangan patogen, serta siklus perbanyakan vegetatif yang relatif lambat. Teknik kultur jaringan, khususnya melalui induksi dan regenerasi secara in vitro, menawarkan solusi untuk menghasilkan planlet talas dalam jumlah besar dan seragam. Zat pengatur tumbuh (ZPT) berperan krusial dalam mengarahkan proses morfogenesis, baik pada tahap induksi kalus maupun regenerasi planlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai kombinasi ZPT, yaitu NAA, BAP, dan kinetin dalam menginduksi tunas dan regenerasi planlet talas. Metode penelitian melibatkan kultur eksplan talas pada media Murashige dan Skoog (MS) dengan variasi konsentrasi ZPT. Kombinasi ZPT terbaik adalah BAP 1,0 mg/L + NAA 0,5 mg/L menghasilkan waktu induksi tunas tercepat dan jumlah tunas terbanyak. Perlakuan media MS yang hanya diberi NAA tunggal terbukti paling efektif untuk induksi perakaran, dengan konsentrasi terbaik untuk induksi perakaran adalah 1,0 mg/L. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknik perbanyakan massal talas yang efisien, mendukung konservasi plasma nutfah, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BIOSENSE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, ...