Latar Belakang: Pemanfaatan siniar dalam pembelajaran pidato berpotensi meningkatkan penguasaan isi dan retorika siswa, namun efektivitasnya terhadap kelancaran penyampaian masih belum konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh intervensi siniar terhadap aspek kelancaran (fluency, artikulasi, intonasi, volume) serta struktur isi dan penggunaan bahasa retoris, sekaligus mengidentifikasi kendala implementasinya. Metode: Penelitian Tindakan Kelas (Kemmis & McTaggart) dengan total sampling 32 siswa kelas X di SMA XYZ, Bekasi, dilaksanakan Juni–Oktober 2025 dalam minimal dua siklus. Instrumen meliputi pre‑/post‑test kinerja lisan (rubrik), rekaman audio, observasi, kuesioner motivasi, dan wawancara. Hasil: Rata‑rata skor penyampaian (fluency/artikulasi /intonasi/volume) = 64,6 (rentang 45–77), rata‑rata skor isi/organisasi/kosakata/retorika = 74,1 (rentang 60–90). Hasil: Temuan ini mengindikasikan bahwa siniar lebih efektif dalam memperkuat struktur retorika dibandingkan performa oral secara langsung. Kendala utama meliputi keterbatasan perangkat, kualitas audio, konektivitas, kesiapan guru, serta waktu pembelajaran. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi siniar dengan latihan tatap muka dan dukungan teknis untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pidato. Penelitian lanjutan disarankan mengkaji model hybrid dan pemanfaatan analitik audio untuk evaluasi berbasis data. Kesimpulan: Intervensi siniar efektif memenuhi tujuan meningkatkan penguasaan isi dan bahasa retoris pidato tetapi kurang konsisten untuk meningkatkan kelancaran penyampaian.
Copyrights © 2026