Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan kompetensi terhadap resiliensi emosional guru di SMP Negeri 34 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 43 guru sebagai sampel yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 5 poin dan dianalisis dengan regresi linier berganda, serta diuji melalui uji t dan uji F pada tingkat signifikansi 0,05. Landasan teoritis yang digunakan adalah teori Conservation of Resources (COR) yang dikembangkan oleh Hobfoll et al. (2018), di mana dukungan sosial dikategorikan sebagai condition resources dan kompetensi sebagai personal resources. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi emosional (t hitung = 2,486; sig. = 0,017 < 0,05). Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan (t hitung = 6,127; sig. = 0,000 < 0,05) dan merupakan variabel dominan. Secara simultan, dukungan sosial dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap resiliensi emosional (F hitung = 56,312; sig. = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,725 menunjukkan bahwa 72,5% variasi resiliensi emosional dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Kesimpulannya, dukungan sosial dan kompetensi berperan penting dalam meningkatkan resiliensi emosional guru, sehingga diperlukan upaya peningkatan dukungan lingkungan kerja serta pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026