Resepsi terhadap novel best-seller karya Colleen Hoover, It Ends With Us, menghadirkan studi kasus mengenai divergensi sentimen pembaca lintas waktu dan platform. Penelitian ini menyajikan analisis komputasional terhadap dua korpus teks yang berbeda: dataset longitudinal yang terdiri dari ulasan berbasis teks dari Goodreads, dan dataset kontemporer yang berisi transkrip dari sembilan esai video YouTube ("BookTube") terkemuka. Dengan memanfaatkan arsitektur RoBERTa (Robustly Optimized BERT Pretraining Approach), analisis sentimen berbasis aspek (Aspect-Based Sentiment Analysis atau ABSA) dilakukan untuk mendeteksi tren untuk memetakan diskursus seputar novel tersebut. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya "Pergeseran Semantik" yang signifikan secara statistic. Dataset Goodreads (2012–2019) didominasi oleh klaster tema "romansa" dan "dampak emosional" (sentimen positif), sedangkan dataset YouTube (2021–2024) didefinisikan oleh klaster padat "kritik sosiologis," yang secara khusus menyoroti pemasaran novel tersebut serta penggambaran pengasuhan anak bersama (coparenting) dengan mantan pasangan yang kasar (abuser). Model tersebut mencapai skor F1 sebesar 0,88 dalam membedakan antara kritik estetika (gaya penulisan) dan kritik etis (glorifikasi kekerasan). Makalah ini menguraikan alur kerja anotasi, proses fine-tuning pada model Transformer, serta implikasi penggunaan NLP untuk mengurai kontroversi sastra multimodal yang kompleks
Copyrights © 2026