Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat autonomy, tingkat attachment dengan orang tua, serta hubungan antara attachment orang tua dan autonomy pada remaja awal di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 139 remaja berusia 12–15 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala autonomy dan skala attachment orang tua, kemudian dianalisis menggunakan uji kolerasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang baik untuk autonomy maupun attachment orang tua. Selain itu, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel, meskipun tingkat kekuatannya tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas hubungan emosional antara remaja dan orang tua turut berkontribusi dalam perkembangan autonomy, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu. Dengan demikian, attachment orang tua berperan sebagai landasan emosional yang penting dalam mendukung perkembangan autonomy pada remaja awal.
Copyrights © 2026