Penentuan formasi jabatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di pemerintah daerah sering bersifat subjektif dan belum terintegrasi dengan data analisis beban kerja dan analisis jabatan. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan distribusi pegawai serta ketidakefisienan dalam perencanaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menentukan prioritas formasi jabatan secara objektif dan berbasis data. Metode yang digunakan adalah pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan mengintegrasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan tujuh kriteria dan Simple Additive Weighting (SAW) untuk perangkingan 168 alternatif jabatan dari 62 unit organisasi (OPD). Data penelitian bersumber dari analisis jabatan, analisis beban kerja, serta data kepegawaian aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model menghasilkan bobot kriteria yang konsisten dengan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0453. Jabatan Pemadam Kebakaran Pemula pada OPD-62 memperoleh nilai preferensi tertinggi (Vi = 0,5973) sebagai prioritas utama. Implementasi sistem dalam bentuk dashboard analitik dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif, transparan, dan berbasis data.
Copyrights © 2026