Produksi ikan lele yang terus meningkat memerlukan inovasi pada pengolahan untuk dapat meningkatkan nilai tambah, daya simpan, serta pemanfaatan kandungan gizi ikan lele, salah satunya melalui pengembangan tepung ikan lele. Namun, kualitas tepung ikan lele dipengaruhi oleh proses pengolahan seperti perendaman dan pengeringan yang belum sepenuhnya terstandarisasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik perendaman dan pengeringan pada produksi tepung ikan lele terhadap kadar kalsium, kadar abu, serta daya terima tepung ikan lele. Uji daya terima meliputi parameter warna dan aroma oleh 15 panelis terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik perendaman dan pengeringan berpengaruh signifikan terhadap kadar kalsium dan kadar abu (p<0,05). Kadar kalsium tertinggi diperoleh pada teknik perendaman 30 menit dengan pengeringan 12 jam sebesar 4,83%, sedangkan hasil terendah pada teknik perendaman 15 menit dengan pengeringan 12 jam sebesar 3,86%. Kadar abu tertinggi terdapat pada teknik perendaman 15 menit dengan pengeringan 8 jam sebesar 15,7%, dan terendah pada teknik perendaman 15 menit dan pengeringan 12 jam sebesar 13,73%. Seluruh perlakuan memenuhi standar mutu SNI untuk kadar kalsium dan abu. Namun hasil uji daya terima menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh signifikan terhadap warna (p=0,525), aroma (p0,930), dan penilaian keseluruhan (p=0,779). Perlakuan terbaik diperoleh pada teknik perendaman 30 menit dengan pengeringan 12 jam berdasarkan parameter kimia dan tingkat penerimaan panelis yang relatif lebih tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan kombinasi perlakuan tersebut dalam produksi tepung ikan lele untuk meningkatkan mutu kimia. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis metode pengolahan lain untuk meningkatkan daya terima, seperti variasi bahan perendaman atau teknik pengeringan yang berbeda.
Copyrights © 2026