Kecamatan Songgon merupakan salah satu sentra penghasil kopi Robusta potensial di Banyuwangi, namun pelaku UMKM lokal masih menghadapi kendala inkonsistensi cita rasa seduhan akibat belum adanya standardisasi teknis pada variabel ekstraksi, khususnya tingkat kehalusan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kehalusan bubuk kopi terhadap karakteristik sensoris kopi Robusta Songgon serta menentukan tingkat kehalusan optimal untuk penyeduhan. Metode penelitian menggunakan uji sensoris melalui cupping test yang mengacu pada standar Specialty Coffee Association of America (SCAA). Materi yang digunakan adalah kopi Robusta Songgon proses natural dengan tingkat sangrai medium. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan tingkat kehalusan (medium fine, medium, dan medium to coarse) dengan lima kali ulangan menggunakan lima panelis terlatih. Atribut sensoris yang dinilai meliputi aroma, flavor, body, acidity, aftertaste, sweetness, balance, clean cup, uniformity, dan overall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kehalusan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik sensoris kopi Robusta Songgon. Perlakuan terbaik diperoleh pada tingkat kehalusan medium dengan skor tertinggi (8,66). Karakteristik rasa yang dihasilkan pada tingkat medium lebih kompleks, meliputi aroma nutty, sensasi rasa cokelat, serta sweetness menyerupai gula aren.
Copyrights © 2026