Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) pada jenjang Sekolah Dasar dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Permasalahan yang dikaji adalah belum optimalnya integrasi antara capaian pembelajaran dengan praktik pembelajaran di kelas, yang berdampak pada pencapaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi pada empat sekolah dasar, yaitu SDN 2 Petiga, SDN 25 Cakranegara, SD IT Al-Farih, dan SDN 17 Woja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SKL dan SI telah dilaksanakan secara terintegrasi melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Namun, terdapat variasi dalam penerapannya yang dipengaruhi oleh karakteristik sekolah, kesiapan guru, serta ketersediaan sumber daya. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik, sehingga mendukung pengembangan kompetensi secara holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu, implementasi tersebut berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan kapasitas guru dan dukungan institusi untuk memastikan konsistensi implementasi secara optimal.
Copyrights © 2026