ABSTRACT The context underlying this research is that Early Childhood Education plays a crucial role in developing language skills, particularly vocabulary mastery as a foundation for communication. However, observations at SPS Sanggar 21 in Majalangu Village indicate that the vocabulary skills of children aged 5–6 are still low, necessitating more effective stimulation. The use of papercraft puppets is an alternative solution because it creates interactive, enjoyable learning experiences and helps children understand and use vocabulary more optimally. This study is a Classroom Action Research (CAR) model using the Kemmis and McTaggart models. It was conducted at SPS Sanggar 21 in Majalangu Village, Watukumpul District, Pemalang Regency. The subjects were 15 children in Group B at SPS Sanggar 21 in Majalangu Village, aged 5–6. Data collection was conducted using observation and documentation techniques. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The research results show that the use of papercraft puppets significantly improved children's vocabulary skills from the pre-cycle to the second cycle. This improvement occurred because learning became more concrete, engaging, and actively engaged children through a combination of visuals, stories, and games. Furthermore, the play-based learning approach and social interaction through role-playing activities helped children more easily understand and use vocabulary in everyday communication. Thus, papercraft puppets have proven effective in creating enjoyable learning while supporting the language development of children aged 5–6 years. Keywords: Vocabulary Skills, Puppetry, Children Aged 5–6 Years ABSTRAK Konteks penelitian ini yang melatar belakangi kajian ini yakni, Pendidikan Anak Usia Dini memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa, khususnya penguasaan kosa kata sebagai dasar komunikasi. Namun, hasil observasi di SPS Sanggar 21 Desa Majalangu menunjukkan bahwa kemampuan kosa kata anak usia 5–6 tahun masih rendah, sehingga diperlukan stimulasi yang lebih efektif. Penggunaan media wayang papercraft menjadi alternatif solusi karena mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta membantu anak memahami dan menggunakan kosa kata secara lebih optimal. Kajian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model yang digunakan yakni Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan di SPS Sanggar 21 Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di SPS Sanggar 21 Desa Majalangu dengan rentang usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini sebanyak 15 anak. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media wayang papercraft mampu meningkatkan kemampuan kosa kata anak secara signifikan dari pra siklus hingga siklus II. Peningkatan ini terjadi karena pembelajaran menjadi lebih konkret, menarik, dan melibatkan anak secara aktif melalui perpaduan visual, cerita, dan permainan. Selain itu, pendekatan belajar sambil bermain dan interaksi sosial melalui kegiatan bermain peran membantu anak lebih mudah memahami serta menggunakan kosa kata dalam komunikasi sehari-hari. Dengan demikian, media wayang papercraft terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan bahasa anak usia 5–6 tahun. Kata Kunci: Kemampuan Kosakata, Media Wayang, Anak Usia 5-6 Tahun
Copyrights © 2026