Limbah kelapa sawit seperti tandan kosong (TKKS) merupakan salah satu limbah agroindustri yang melimpah di Indonesia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah ini memiliki potensi besar sebagai media budidaya jamur merang (Volvariella volvacea) dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai media budidaya jamur merang serta meningkatkan nilai ekonomi limbah tersebut. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan kepada kelompok masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengolah limbah TKKS menjadi media tanam yang produktif, dengan peningkatan hasil panen jamur serta pengurangan limbah organik. Pemanfaatan limbah ini juga berkontribusi terhadap ekonomi sirkular, di mana sisa media jamur dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik. Selain itu, budidaya jamur berbasis limbah terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mendukung ketahanan pangan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.
Copyrights © 2026