Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji densitas sebagai indikator degradasi minyak goreng akibat pemanasan berulang melalui pendekatan eksperimen berbasis Hukum Archimedes. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pengukuran langsung terhadap tiga jenis minyak, yaitu minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak jagung. Variabel independen berupa jenis minyak dan jumlah pemanasan (delapan siklus), sedangkan variabel dependen adalah densitas minyak. Pengukuran densitas dilakukan dengan membandingkan berat benda di udara dan di dalam minyak, dengan tiga kali pengulangan pada setiap perlakuan untuk meningkatkan reliabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas ketiga jenis minyak meningkat secara bertahap seiring bertambahnya jumlah pemanasan. Peningkatan densitas tertinggi terjadi pada minyak sawit, diikuti minyak kelapa, dan terendah pada minyak jagung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanasan berulang menyebabkan degradasi kualitas minyak, yang tercermin dari peningkatan densitas. Dalam konteks parameter densitas, minyak jagung menunjukkan stabilitas yang relatif lebih baik terhadap pemanasan berulang dibandingkan minyak kelapa dan minyak sawit. Penelitian ini menegaskan bahwa densitas dapat digunakan sebagai indikator fisik yang sederhana dan aplikatif untuk menganalisis degradasi minyak goreng, meskipun interpretasinya masih terbatas pada aspek fisik dan memerlukan dukungan parameter kimia untuk evaluasi kualitas yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026