Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan serta hubungan antara paradigma Studi Islam dan Sejarah Peradaban Islam dalam kerangka kajian keilmuan kontemporer. Dalam praktik akademik, keduanya kerap digunakan tanpa batas epistemologis dan metodologis yang jelas sehingga memunculkan tumpang tindih metodologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Mengikuti pedoman PRISMA, kajian ini menganalisis 11 artikel peer-reviewed periode 2016–2026 yang diperoleh dari Scopus, SINTA, DOAJ, dan Google Scholar. Hasil analisis menunjukkan dua temuan utama: pertama, Studi Islam secara dominan menggunakan pendekatan normatif-teologis yang menekankan teks, ajaran, dan nilai-nilai keislaman; kedua, Sejarah Peradaban Islam menekankan pendekatan historis-empiris yang mengkaji perkembangan sosial, budaya, politik, dan intelektual umat Islam dalam lintasan sejarah. Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan integratif yang menegaskan bahwa perbedaan keduanya terlihat dapat dihubungkan melalui pendekatan interdisipliner dan memiliki relevansi yang kuat di zaman ini. Integrasi kedua paradigma tersebut saling melengkapi dalam memahami Islam sebagai ajaran normatif ataupun sebagai realitas peradaban. Kata Kunci: Paradigma Keilmuan; Pendekatan Interdisipliner; Sejarah Peradaban Islam; Studi Islam.
Copyrights © 2026