Penggunaan teknologi kecerdasan buatan berbasis generative artificial intelligence seperti ChatGPT semakin banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam kegiatan akademik karena kemampuannya dalam menghasilkan teks, menjawab pertanyaan, serta membantu penyusunan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap etika penggunaan ChatGPT dalam kegiatan akademik berdasarkan prinsip etika kecerdasan buatan UNESCO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 20 mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Hukum Tata Negara di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Data dianalisis menggunakan analisis tematik deduktif dengan mengacu pada prinsip human oversight, transparency, responsibility, dan awareness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya memandang ChatGPT sebagai alat bantu dalam kegiatan akademik yang tetap memerlukan kendali pengguna. Mahasiswa juga menunjukkan kesadaran terhadap tanggung jawab akademik, pentingnya sikap kritis dalam memverifikasi informasi, serta kewaspadaan terhadap potensi risiko penggunaan teknologi tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap etika penggunaan ChatGPT cukup baik, meskipun masih diperlukan peningkatan literasi kecerdasan buatan serta pedoman penggunaan AI yang jelas di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026