Pengetahuan awal siswa merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, karena berkaitan dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki siswa sebelum mempelajari materi yang lebih kompleks. Oleh karena itu, mengidentifikasi pengetahuan awal melalui asesmen diagnostik merupakan langkah penting bagi guru dalam memahami kesiapan belajar siswa, karakteristik mereka, dan kebutuhan belajar mereka. Asesmen diagnostik dapat dilakukan melalui teknik tes dan non-tes, seperti pretest, tes tertulis, wawancara, observasi, dan kuesioner, untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman awal siswa, latar belakang, dan gaya belajar mereka. Informasi yang diperoleh kemudian dapat digunakan oleh guru untuk menentukan strategi dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Dengan memahami pengetahuan awal siswa secara akurat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih efektif, sehingga siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang ada dengan materi baru yang dipelajari. Kata kunci: kemampuan awal, penilaian diagnostik, pembelajaran, siswa.
Copyrights © 2026