Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perilaku pencarian bantuan psikologis di kalangan anggota kepolisian meskipun mereka memiliki tingkat stres kerja yang tinggi. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah literasi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis pada anggota Polres Metro Bekasi Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 254 anggota kepolisian yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Mental Health Literacy Questionnaire (MHLQ) dan General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis (p < 0,05), dengan kekuatan hubungan yang tergolong sangat rendah. Hal ini berarti semakin tinggi literasi kesehatan mental, maka semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk mencari bantuan psikologis, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku pencarian bantuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya lain seperti penguatan dukungan sosial dan pengurangan stigma di lingkungan kepolisian untuk meningkatkan efektivitas pencarian bantuan psikologis.
Copyrights © 2026