Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan adversity quotient (AQ) pada mahasiswa yang menjalani gap year hingga berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan tiga partisipan berusia 18–25 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan dimensi AQ, yaitu control, origin–ownership, reach, dan endurance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa gap year memiliki AQ yang berkembang secara adaptif, ditandai dengan kemampuan mengelola emosi dan strategi (control), menerima serta bertanggung jawab atas kegagalan (origin–ownership), membatasi dampak tekanan sosial dan emosional (reach), serta mempertahankan tujuan secara konsisten meskipun menghadapi kegagalan berulang (endurance). Selain itu, dukungan sosial, kegiatan pengembangan diri, dan pemaknaan positif terhadap pengalaman gap year turut memperkuat ketahanan individu. Simpulan penelitian ini adalah bahwa gap year tidak hanya menjadi masa jeda, tetapi juga berperan penting dalam membentuk ketahanan, kedewasaan, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa depan.
Copyrights © 2026