Volume sampah meningkat seiring dengan kemajuan suatu daerah yang berakibat jumlah laju produksi sampah sering tidak sebanding dengan proses penangananya. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan serta perilaku masyarakat. Permasalahan sampah bukan lagi hanya masalah kebersihan lingkungan saja, tetapi menjadi masalah sosial yang dapat menimbulkan konflik seperti di Kelurahan Tlogosari Kulon Semarang. Salah satu penyelesaianya adalah dengan pembuatan lubang biopori. Manfaat biopori selain untuk resapan air juga sebagai tempat untuk menjadikan sampah organik menjadi pupuk, dengan demikian jumlah sampah oragnik yang ada dapat dikurangi dengan kegiatan ini. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum dapat membuat biopori dan pupuk kompos dari sampah organik. Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong pemahaman masyarakat dan budaya pengolahan sampah yang tepat guna untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya di wilayah Kelurahan Tlogosari Kulon. Hasil dari kegiatan pembuatan biopori tersebut adalah masyarakat merasa terbantukan dalam mengolah sampah organik serta mendapatkan manfaat dari pengolahan sampah tersebut.
Copyrights © 2026