Penelitian ini bertujuan: menganalisis latar belakang pendirian Pura Mas Penyeti di Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng; menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan status Pura Mas Penyeti dari Pura Dadia menjadi Pura Kahyangan Desa; serta mengeksplorasi aspek-aspek keberadaan Pura Mas Penyeti yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan di Kelurahan Banjar Tegal, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi dokumen terkait sejarah Buleleng. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dan sumber, sementara analisis data dilakukan secara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang Pura Mas Penyeti berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Buleleng masa I Gusti Anglurah Panji Sakti dan migrasi pangeran asal Jawa Timur, Raden Mas Aketi, yang membawa pengaruh akulturasi budaya di Banjar Tegal. (2) Perubahan status dari Pura Dadia (berbasis keturunan Ngurah Arya Batulepang) menjadi Pura Kahyangan Desa (berbasis komunitas) dipicu oleh dinamika sosial berupa heterogenitas penduduk dan proses perkawinan campur antar-soroh yang mendorong terciptanya integrasi sosial masyarakat Banjar Tegal. (3) Potensi Pura Mas Penyeti sebagai sumber belajar sejarah di SMA terletak pada nilai historisnya sebagai "laboratorium sejarah hidup", mencakup aspek warisan budaya seperti Tari Pencak Silat Depok Sruti dan tradisi Nampah Penyu yang relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka. Kata Kunci Pura Mas Penyeti; Pura Mas Penyeti, Pura Kahyangan Desa, Sumber Belajar Sejarah.
Copyrights © 2026