Kesenian tradisional Minangkabau menghadapi ancaman penurunan eksistensi akibat modernisasi dan minimnya regenerasi pelaku seni. Tambua Tansa, sebagai warisan musik tradisional khas Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memiliki nilai historis dan filosofis yang belum terdokumentasi secara sistematis. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis kondisi eksistensi, dan merumuskan strategi pelestarian Tambua Tansa melalui pendekatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara mendalam kepada tetua adat dan seniman, serta dokumentasi audio-visual. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan pada tanggal 9 Januari hingga 9 Februari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambua Tansa masih bertahan dalam upacara adat dan peringatan hari besar nagari, namun menghadapi tantangan regenerasi pemain, keterbatasan instrumen, dan minimnya dukungan kelembagaan. Intervensi KKN berhasil menghasilkan dokumentasi digital, pelatihan dasar bagi generasi muda, dan inisiasi pembentukan sanggar Tambua Tansa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Tambua Tansa memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat nagari, akademisi, dan pemerintah daerah melalui program revitalisasi berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026