Asthma merupakan penyakit yang menjangkit saluran pernafasan dan menyebabkan gejala kronik seperti sesak nafas dan batuk-batuk. Berdasarkan data WHO prevalensi asthma menurut usia sebesar 9,5% pada anak dan 8,2% pada dewasa, sedangkan berdasarkan jenis kelamin 7,2% laki-laki dan 9,7% perempuan. Beragamnya terapi pengobatan asthma membuat pilihan terapi perlu disesuaikan tidak hanya dari aspek terapi namun juga aspek biaya. Hal ini perlu adanya perhatian terhadap efektivitas biaya pada pasien asthma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya medis langsung, mengetahui nilai ACER dan ICER, mengetahui biaya pengobatan yang paling efektif untuk pasien asthma di instalasi rawat jalan poli paru RS X Kota Madiun. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif non eksperimental dan teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dimana data yang diambil merupakan data yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan jumlah 93 sampel, 48 sampel dengan terapi pengobatan seretide diskus dan 45 sampel terapi pengobatan symbicort turbuhaler. Data dianalisis yang digunakan yaitu niai ACER dan ICER. Hasil dari penelitian menunujukkan efektivitas pada terapi pengobatan seretide diskus lebih tinggi yaitu sebesar 71%, sedangkan yang terendah yaitu pada terapi pengobatan symbicort turbuhaler dengan persentase 60%. Nilai ACER yang terendah yaitu pengobatan seretide diskus sebesar Rp. 2.734. Maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas biaya pada pasien asthma di instalasi rawat jalan poli paru RS X Kota Madiun pada terapi pengobatan seretide diskus merupakan terapi yang paling cost effective.
Copyrights © 2026