Keterbatasan akses energi listrik pada sektor perikanan, khususnya budidaya ikan lele, masih menjadi permasalahan utama di beberapa wilayah. Kebutuhan energi listrik diperlukan untuk menunjang penerangan kolam pada malam hari serta pengoperasian sistem pendukung budidaya. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) portabel sebagai sumber energi listrik alternatif yang ramah lingkungan dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem PLTS portabel dalam memenuhi kebutuhan energi listrik untuk penerangan pada budidaya ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu lokasi kolam budidaya ikan lele. Sistem PLTS portabel yang dianalisis terdiri dari panel surya berkapasitas 50 Wp, baterai 12 V 5 Ah yang dirangkai menjadi 24 V 10 Ah, solar charge controller, inverter 1000 W, serta beban lampu LED. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan, arus, daya keluaran, energi harian, dan kemampuan sistem dalam menyuplai beban penerangan. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran langsung pada rentang waktu pukul 11.00 hingga 16.00 WIB dengan kondisi cuaca cerah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan panel surya berada pada rentang 15,4–20,7 Volt dengan arus maksimum sebesar 2,5 Ampere. Perhitungan daya total sistem menunjukkan nilai sekitar 262,10 Watt, dengan energi listrik harian yang dihasilkan berkisar antara 200–240 Wh. Energi tersebut mampu memenuhi kebutuhan penerangan kolam ikan lele menggunakan lampu LED berdaya total 30 Watt selama ±8 jam. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PLTS portabel layak digunakan sebagai sumber energi listrik alternatif yang efisien, fleksibel, dan berkelanjutan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan lele.
Copyrights © 2026