Latar belakang: Kecemasan merupakan masalah psikologis diperkirakan mencapai 20% hingga 45%. Kecemasan pada pasien hemodialisis dapat memicu perilaku irasional, ketidakpatuhan terhadap regimen terapeutik, konflik dengan tenaga medis, hingga ketakutan berlebih akan kematian. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi thought stopping, yang dirancang untuk memutus dan merestrukturisasi pikiran difungsional atau obsesif yang mengganggu. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas terapi thought stopping terhadap tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Sampel berjumlah 24 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen kecemasan dengan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rerata skor kecemasan 12,58 pada pre-test menjadi 8,25 pada post-test, dengan selisih penurunan sebesar 4,33. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000. Selanjutnya, uji efektivitas Cohen’s menghasilkan nilai 3,232. Kesimpulan: Terapi thought stopping direkomendasikan untuk diterapkan dalam asuhan keperawatan guna membantu pasien mengontrol pikiran negatif dan meningkatkan kesehatan psikologis.
Copyrights © 2026