Industri kuliner di Jakarta Barat terus berkembang pesat, namun banyak UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal inovasi, akses pasar, dan pengelolaan sumber daya yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kewirausahaan dan kreativitas bisnis terhadap kinerja UMKM kuliner, dengan tingkat digitalisasi sebagai variabel moderasi. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang memiliki kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode PLS-SEM melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kewirausahaan, kreativitas bisnis, dan digitalisasi secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja UMKM kuliner. Selain itu, digitalisasi berperan penting sebagai moderator yang memperkuat hubungan antara kreativitas bisnis dan kinerja usaha, yang mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pelaku UMKM kuliner, yang perlu fokus pada pengembangan kewirausahaan dan kreativitas serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperbaiki pemasaran, distribusi, dan manajemen. Bagi pembuat kebijakan, hasil penelitian ini merekomendasikan dukungan dalam bentuk program pelatihan digital dan peningkatan akses terhadap platform digital, untuk mendorong pertumbuhan dan daya saing UMKM kuliner di Jakarta Barat. The culinary industry in West Jakarta continues to grow rapidly, yet many SMEs face various challenges, particularly in innovation, market access, and limited resource management. This study aims to analyze the impact of entrepreneurial behavior and business creativity on the performance of culinary SMEs, with digitalization level as a moderating variable. The sample consists of 100 respondents selected using purposive sampling, based on specific criteria relevant to the research objectives. Data analysis was conducted using the PLS-SEM method through the SmartPLS 4 application. The results show that entrepreneurial behavior, business creativity, and digitalization have a positive and significant effect on the performance of culinary SMEs. Moreover, digitalization plays a crucial role as a moderator that strengthens the relationship between business creativity and business performance, indicating that the use of digital technology can improve operational efficiency and expand market reach. These findings have important implications for culinary SME owners, who need to focus on enhancing entrepreneurship and creativity, as well as utilizing digital technology to improve marketing, distribution, and management. For policymakers, the results recommend support in the form of digital training programs and increased access to relevant digital platforms, to encourage growth and competitiveness of culinary SMEs in West Jakarta.
Copyrights © 2026