Latar Belakang: Sebagai lingua franca global, bahasa Inggris memiliki peran penting dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dalam pembelajaran bahasa, selain keterampilan komunikatif, literasi linguistik juga menjadi aspek penting untuk dipahami. Salah satu fenomena linguistik yang relevan namun jarang diperkenalkan dalam pembelajaran adalah borrowing, yaitu proses peminjaman kosakata dari satu bahasa ke bahasa lain. Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi linguistik siswa melalui pengenalan konsep borrowing words dalam bahasa Inggris berbasis aplikasi. Kegiatan dilaksanakan di SMA IT Imam Syafii 2 Pekanbaru dengan melibatkan 19 siswa sebagai peserta. Metode: Metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis intervensi edukatif dengan desain pre-test dan post-test yang dipadukan dengan penggunaan aplikasi kuis interaktif kahoot sebagai media evaluasi dan penguatan materi. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui empat pertemuan yang mencakup pengenalan konsep dasar borrowing, jenis-jenis borrowing words seperti loanwords, loan translation, dan loan blends, serta latihan aplikatif dalam konteks kalimat. Hasil: Hasil program PkM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 5,03 pada pre-test menjadi 7,16 pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aplikasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep borrowing sekaligus memperkuat literasi linguistik mereka. Program ini juga meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kesimpulan: Oleh sebab itu, pendekatan pembelajaran berbasis aplikasi ini berpotensi untuk dikembangkan dan diterapkan pada sekolah lain dengan karakteristik yang serupa.
Copyrights © 2026