Permasalahan utama dalam kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya kemampuan mitra dalam merancang konten digital, keterbatasan pemahaman strategi komunikasi visual yang persuasif, serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana digital marketing, yang berdampak pada rendahnya jangkauan informasi dan minat pendaftaran siswa baru. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi pemanfaatan teknologi digital dengan kemampuan praktis mitra dalam mengelola komunikasi pemasaran pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi komunikasi visual berbasis digital marketing dengan pendekatan psikologi komunikasi guna meningkatkan efektivitas promosi sekolah serta minat pendaftaran siswa baru. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital mitra secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah, perancangan strategi komunikasi, pengembangan media promosi (banner dan video digital), implementasi melalui media offline dan online, hingga monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pre-test, post-test, observasi, serta analisis engagement media sosial.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan konten digital, kualitas komunikasi visual, serta efektivitas penggunaan media sosial yang ditandai dengan meningkatnya engagement dan visibilitas sekolah. Selain itu, terjadi peningkatan respon dan minat masyarakat terhadap pendaftaran siswa baru. Dengan demikian, integrasi komunikasi visual, digital marketing, dan psikologi komunikasi terbukti efektif sebagai model inovatif dalam meningkatkan komunikasi pemasaran pendidikan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026