Penelitian ini membahas kesinambungan dan perubahan dalam pewarisan membatik di Sanggar Batik Katura, Trusmi, dalam rentang waktu 1974 hingga 2025. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana keterampilan dan nilai membatik diwariskan serta bagaimana proses tersebut mengalami penyesuaian seiring perkembangan waktu. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, serta didukung pendekatan antropologi budaya untuk memahami praktik membatik dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesinambungan terlihat pada tetap dipertahankannya teknik membatik tradisional, khususnya penggunaan canting dan proses pewarnaan rintang, serta pola pembelajaran yang berbasis praktik langsung. Pewarisan berlangsung melalui interaksi antar generasi yang menyatu dengan aktivitas produksi sehari-hari. Di sisi lain, perubahan tampak pada berkembangnya bentuk pewarisan yang tidak lagi terbatas dalam lingkup keluarga, tetapi meluas melalui kegiatan pelatihan, workshop, serta keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang. Selain itu, munculnya bentuk pengakuan formal seperti Tempat Uji Kompetensi menunjukkan adanya penyesuaian dalam cara keterampilan membatik ditransmisikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pewarisan membatik di Sanggar Batik Katura berlangsung melalui hubungan antara kesinambungan dan perubahan yang berjalan secara bersamaan. Tradisi membatik tidak hanya dipertahankan melalui teknik, tetapi juga melalui praktik sosial yang terus dijalankan dan disesuaikan dengan kondisi yang berkembang.
Copyrights © 2026