Pembelajaran Al-Qur’an di Dayah Putri Muslimat masih menghadapi tantangan berupa dominasi metode ajar yang bersifat repetitif, minim variasi pedagogik, serta kurangnya penyesuaian dengan psikologi perkembangan santri. Kondisi tersebut berdampak pada kejenuhan belajar dan tingginya kesalahan bacaan Al-Qur’an. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat metode ajar Al-Qur’an berbasis psikologi perkembangan anak bagi guru melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode PAR diterapkan melalui tiga siklus utama, yaitu identifikasi masalah, aksi dan implementasi, serta refleksi dan evaluasi yang melibatkan guru sebagai mitra aktif. Kegiatan pengabdian meliputi workshop psikologi perkembangan anak, pelatihan metode ajar Qur’an (Baghdadiyah, Iqra’, dan Tahsin), simulasi mengajar, pendampingan praktik kelas, evaluasi kinerja guru, serta penyusunan modul ajar. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru, penerapan metode ajar yang lebih variatif dan bertahap, penggunaan media visual yang efektif, serta pergeseran pendekatan pembelajaran dari pola hukuman menuju penguatan positif. Selain itu, terbentuk budaya reflektif dan kolaboratif melalui komunitas guru Al-Qur’an internal serta penggunaan modul ajar sebagai standar pembelajaran dayah. Dengan demikian, pendekatan PAR terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an secara teknis maupun paradigmatik serta mendorong keberlanjutan praktik pembelajaran yang kontekstual di Dayah Putri Muslimat.
Copyrights © 2026