Seka Truna Truni (STT) merupakan organisasi kepemudaan tradisional di Bali yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai sosial, budaya, serta sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa adat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi fenomena stagnasi partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan organisasi STT di Banjar Medahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya tingkat partisipasi pemuda dalam organisasi Seka Truna Truni Sandhi Parama Artha di Banjar Medahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota organisasi, serta studi dokumentasi berupa data absensi kegiatan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan paruman hanya berkisar antara 35–40% dari total anggota yang terdaftar. Kondisi ini mengindikasikan adanya stagnasi organisasi yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan anggota dalam kegiatan rutin organisasi. Analisis data menunjukkan bahwa stagnasi partisipasi pemuda dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu konflik prioritas antara aktivitas akademik atau pekerjaan dengan kegiatan organisasi, paradoks digital yang menggeser pola interaksi sosial dari ruang fisik ke ruang virtual, kekakuan program kerja organisasi yang kurang relevan dengan minat generasi muda, serta dinamika kepemimpinan yang masih bersifat top-down dan dipengaruhi oleh budaya senioritas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revitalisasi organisasi melalui inovasi program kerja, pemanfaatan teknologi digital secara produktif, serta pengembangan pola kepemimpinan yang lebih partisipatif guna meningkatkan keterlibatan pemuda dalam organisasi STT.
Copyrights © 2026