Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media informasi berbasis Augmented Reality (AR) yang menyajikan pengaruh kolonial Belanda terhadap masa kejayaan Kerajaan Karangasem secara interaktif dan kontekstual. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan penyampaian informasi sejarah yang masih menggunakan media konvensional, sehingga kurang menarik dan kurang mampu meningkatkan pemahaman pengunjung, khususnya di kawasan Taman Soekasada Ujung. Selain itu, kurangnya visualisasi yang mendukung menyebabkan informasi sejarah sulit dipahami secara mendalam oleh pengguna. Produk yang dikembangkan berupa aplikasi Android bernama RUWATARA yang mengintegrasikan berbagai elemen multimedia seperti teks, gambar, audio, dan objek tiga dimensi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahap concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Pengujian aplikasi dilakukan melalui uji blackbox untuk memastikan fungsi sistem, uji ahli media dan ahli isi untuk menilai kelayakan, serta uji pengguna menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi mampu berjalan dengan baik, menampilkan objek AR secara stabil, serta dinyatakan layak digunakan dari segi teknis dan isi. Selain itu, respon pengguna menunjukkan bahwa aplikasi mudah digunakan, menarik, dan mampu meningkatkan minat serta pemahaman terhadap informasi sejarah yang disajikan. Dengan demikian, aplikasi RUWATARA dapat menjadi media informasi sejarah yang lebih interaktif, inovatif, dan efektif dalam mendukung penyampaian informasi kepada pengunjung.
Copyrights © 2026