Pemberdayaan perempuan merupakan upaya strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan gender, khususnya bagi perempuan marginal yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya, partisipasi, dan ruang pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan perempuan melalui Program Sekolah Perempuan Srikandi di Desa Dauh Puri Kaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan anggota Sekolah Perempuan, pendamping dari Bali Sruti, serta perwakilan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan perempuan berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu tahap penyadaran, tahap transformasi kemampuan, dan tahap peningkatan kemampuan. Pada tahap penyadaran, perempuan mulai memahami pentingnya kesetaraan gender, hak-hak perempuan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya keterlibatan dalam pembangunan desa. Pada tahap transformasi kemampuan, perempuan memperoleh pengetahuan, keterampilan advokasi, kepemimpinan, serta keberanian untuk berpartisipasi dalam forum publik. Selanjutnya, pada tahap peningkatan kemampuan, perempuan menunjukkan kemandirian melalui partisipasi aktif dalam pembangunan desa, pengelolaan kegiatan ekonomi seperti usaha kantin dan simpan pinjam, serta keterlibatan dalam advokasi komunitas. Program Sekolah Perempuan juga berkontribusi dalam memperkuat kapasitas organisasi perempuan di tingkat akar rumput. Namun demikian, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan, terutama terkait kemandirian kelembagaan setelah berakhirnya pendampingan, keterbatasan sumber daya, serta perlunya penguatan dukungan pemerintah desa agar program dapat berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi pemberdayaan perempuan.
Copyrights © 2026