Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk integrasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen serta faktor-faktor yang memengaruhi hubungan antarumat beragama di Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama Islam dan Kristen, tokoh adat, aparat nagari, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori sistem sosial Talcott Parsons melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen terwujud melalui kerja sama dalam kegiatan gotong royong, partisipasi bersama dalam kegiatan adat dan kemasyarakatan, serta sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Integrasi sosial ini didukung oleh komunikasi yang efektif antarwarga, peran aktif tokoh agama dan tokoh adat, serta kuatnya nilai adat dan tradisi lokal sebagai mekanisme perekat sosial. Adapun faktor penghambat integrasi sosial bersifat situasional dan lebih banyak muncul dalam ranah privat, khususnya terkait pernikahan beda agama yang didahului oleh perpindahan agama. Meskipun demikian, perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik terbuka karena dapat dikelola melalui musyawarah, dialog sosial, dan kesepakatan nilai bersama. Penelitian ini menegaskan pentingnya kearifan lokal dan norma sosial dalam menjaga dan memperkuat integrasi sosial masyarakat multireligius di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026