Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Positive and Negative Excesses of Online Games among Muslim Adolescents in Tanah Datar, West Sumatra Nora, Vivi Yulia
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v7i1.6183

Abstract

This study aims to determine the factors and impact of online games on the behavior of Muslim adolescents in Jorong Tabek, Tanah Datar District, West Sumatra. The field methods used in this qualitative research were observation, interviews, focus group discussions, and the informants' documentation, which were determined by purposive sampling. The theoretical perspective of this research uses structural-functional and hipper-reality. The results of this study indicate that online games have negative and positive impacts on Muslim adolescents. For informants, online games have a positive impact because they are a medium of entertainment, relieve boredom, spend time, enrich friendships, and help them increase their English vocabulary. On the other hand, the informants also admitted that online games impacted negligence in performing prayers and other religious activities such as wirid and tadarus during Ramadan, negligence to studying, forgetting to eat, ignoring parents' words, and saying harsh words up to physical violence. The triggering factors that caused the informants to choose to play online games were boredom, lack of facilities and infrastructure to channel their hobbies, and the fact that the online game was currently viral.
Positive and Negative Excesses of Online Games among Muslim Adolescents in Tanah Datar, West Sumatra Nora, Vivi Yulia
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v7i1.6183

Abstract

This study aims to determine the factors and impact of online games on the behavior of Muslim adolescents in Jorong Tabek, Tanah Datar District, West Sumatra. The field methods used in this qualitative research were observation, interviews, focus group discussions, and the informants' documentation, which were determined by purposive sampling. The theoretical perspective of this research uses structural-functional and hipper-reality. The results of this study indicate that online games have negative and positive impacts on Muslim adolescents. For informants, online games have a positive impact because they are a medium of entertainment, relieve boredom, spend time, enrich friendships, and help them increase their English vocabulary. On the other hand, the informants also admitted that online games impacted negligence in performing prayers and other religious activities such as wirid and tadarus during Ramadan, negligence to studying, forgetting to eat, ignoring parents' words, and saying harsh words up to physical violence. The triggering factors that caused the informants to choose to play online games were boredom, lack of facilities and infrastructure to channel their hobbies, and the fact that the online game was currently viral.
Penguatan Damai Positif Pemuda Lintas Agama Melalui Literasi Keagamaan di Kota Bukittinggi Nora, Vivi Yulia; Fajri, Muhamad; Saputra, Andre Yan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1631

Abstract

Kota Bukittinggi dikenal sebagai wilayah majemuk yang hidup dalam harmoni tanpa mencatat konflik destruktif antarumat beragama. Meskipun demikian, berbagai bentuk prasangka dan stereotip masih muncul akibat rendahnya literasi keagamaan di tengah masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman lintas agama, meningkatkan toleransi, serta membangun harmoni sosial melalui kegiatan literasi keagamaan. Metode yang digunakan meliputi dialog lintas iman, diskusi partisipatif, dan workshop yang menekankan nilai-nilai universal, titik temu ajaran agama, serta pentingnya saling menghargai perbedaan. Evaluasi pre–post dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta terhadap toleransi dan hidup damai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesadaran, pemahaman, dan sikap positif peserta terhadap keberagaman agama di Bukittinggi. Program ini berkontribusi dalam memperkuat damai positif dengan meminimalkan prasangka, mendorong interaksi sosial yang inklusif, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih harmonis dan kondusif.
Integrasi Sosial Masyarakat Islam dan Kristen di Nagari Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Wita, Lila; Nora, Vivi Yulia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk integrasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen serta faktor-faktor yang memengaruhi hubungan antarumat beragama di Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama Islam dan Kristen, tokoh adat, aparat nagari, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori sistem sosial Talcott Parsons melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen terwujud melalui kerja sama dalam kegiatan gotong royong, partisipasi bersama dalam kegiatan adat dan kemasyarakatan, serta sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Integrasi sosial ini didukung oleh komunikasi yang efektif antarwarga, peran aktif tokoh agama dan tokoh adat, serta kuatnya nilai adat dan tradisi lokal sebagai mekanisme perekat sosial. Adapun faktor penghambat integrasi sosial bersifat situasional dan lebih banyak muncul dalam ranah privat, khususnya terkait pernikahan beda agama yang didahului oleh perpindahan agama. Meskipun demikian, perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik terbuka karena dapat dikelola melalui musyawarah, dialog sosial, dan kesepakatan nilai bersama. Penelitian ini menegaskan pentingnya kearifan lokal dan norma sosial dalam menjaga dan memperkuat integrasi sosial masyarakat multireligius di wilayah pedesaan.
Disfungsi Keluarga dan Dampaknya terhadap Anak pada Keluarga Broken Home di Nagari Tanjung Pondok Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Safrianto, Meki; Nora, Vivi Yulia; Gaffar, Abdul; Marh, Noor Fadlli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk disfungsi keluarga serta dampaknya terhadap anak pada keluarga broken home di Nagari Tanjung Pondok, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari keluarga broken home, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama disfungsi keluarga, yaitu disfungsi peran, disfungsi afeksi, dan disfungsi ekonomi. Disfungsi peran ditandai dengan ketidakseimbangan tanggung jawab dalam keluarga, di mana anak turut mengambil peran orang tua. Disfungsi afeksi terlihat dari kurangnya perhatian, komunikasi, dan kehangatan emosional antaranggota keluarga. Sementara itu, disfungsi ekonomi ditandai dengan ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Faktor penyebab disfungsi keluarga meliputi kurangnya kesiapan dalam membina rumah tangga, kesibukan orang tua, perselingkuhan, dan perceraian. Dampak disfungsi keluarga terhadap anak meliputi aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan. Anak cenderung mengalami kesulitan berinteraksi, penurunan motivasi belajar, keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar, serta menurunnya praktik keagamaan akibat kurangnya bimbingan orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa disfungsi keluarga merupakan masalah sosial yang berdampak luas dan memerlukan perhatian berbagai pihak.