Penelitian ini mengkaji penerapan otentikasi biometrik dalam meningkatkan keamanan mobile banking dengan studi kasus di BSI KC Bukittinggi Sudirman. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya ancaman penipuan digital, seperti pembajakan akun, skimming, dan phishing, yang sering berkaitan dengan kebocoran data. Berdasarkan data OJK tahun 2023, tercatat 16.359 kasus penipuan pada layanan keuangan, sehingga metode keamanan tradisional seperti PIN dan kata sandi dinilai semakin rentan. Oleh karena itu, diperlukan sistem keamanan yang lebih kuat, salah satunya melalui penerapan otentikasi biometrik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi biometrik dalam menjaga keamanan transaksi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap keamanan dan kepercayaan pengguna. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otentikasi biometrik telah diterapkan sebagai sistem keamanan berlapis, khususnya pada proses registrasi awal dan login aplikasi. Sementara itu, PIN dan kata sandi masih digunakan untuk otorisasi transaksi akhir. Pengguna menilai biometrik, seperti sidik jari dan pengenalan wajah, mampu meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kemudahan dalam penggunaan. Namun, penerapan biometrik juga menghadapi beberapa kendala, baik internal maupun eksternal. Kendala internal meliputi keterbatasan fungsi biometrik dalam transaksi, sedangkan kendala eksternal mencakup kondisi perangkat dan jaringan pengguna. Secara keseluruhan, otentikasi biometrik terbukti meningkatkan keamanan dan kepercayaan pengguna, meskipun masih memerlukan kombinasi dengan metode keamanan lain.
Copyrights © 2026