Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan dengan lereng yang curam. Variasi morfologi tersebut menyebabkan perbedaan tingkat kestabilan lahan, sehingga beberapa area menjadi lebih rentan terhadap pergerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kerawanan tanah longsor di Kabupaten Serang dengan menggunakan metode SMORPH (Slope Morphology), yang berfokus pada parameter bentuk lereng dan kemiringan lereng sebagai indikator utama potensi longsor. Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Peta kemiringan lereng dihasilkan menggunakan tools slope, sedangkan peta bentuk lereng diperoleh melalui tools curvature. Kedua peta tersebut kemudian dioverlay untuk menghasilkan peta tingkat kerawanan longsor berdasarkan klasifikasi matriks SMORPH. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi wilayah rawan longsor secara lebih sistematis dan spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Serang tergolong dalam kategori kerawanan longsor rendah dengan luas mencapai 107.670,74 hektar atau sekitar 73,47% dari total wilayah. Sementara itu, kategori kerawanan sedang mencakup luas 20.173,75 hektar atau sebesar 13,77%. Adapun wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi memiliki luas 8.701,82 hektar atau sekitar 12,76%. Daerah dengan kerawanan tinggi umumnya tersebar di Kecamatan Bojonegara, Mancak, dan Padarincang, yang didominasi oleh kemiringan lereng yang curam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi bencana serta perencanaan tata ruang wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026