Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan usaha pada Angkringan Tepi Pantai Jembrana, yang beroperasi di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kota Negara. Usaha ini bergerak di bidang kuliner dengan konsep sederhana yang mengandalkan daya tarik suasana tepi pantai sebagai keunggulan utamanya. Alat analisis yang diaplikasikan mencakup Matriks IFE, EFE, IE, serta SWOT guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi internal maupun eksternal usaha. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif, di mana proses pengambilan data dikerjakan melalui teknik wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan usaha, serta observasi langsung terhadap kegiatan operasional di lapangan. Temuan penelitian memperlihatkan perolehan nilai Matriks IFE di angka 2,77 dan EFE di angka 2,44. Angka tersebut mengindikasikan bahwa keadaan internal usaha sudah tergolong baik, dengan kekuatan utama pada lokasi strategis di tepi pantai, harga produk yang terjangkau, serta fleksibilitas jam operasional. Sementara itu, kapasitas usaha dalam menyikapi lingkungan eksternal berada pada level sedang, di mana peluang terbesar bersumber dari tingginya minat masyarakat terhadap kuliner sederhana dan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan pantai. Merujuk pada Matriks IE, kedudukan bisnis ini terletak di kuadran V dengan kategori "Hold and Maintain". Posisi ini mencerminkan kondisi usaha yang stabil namun masih membutuhkan penguatan agar mampu bersaing lebih kompetitif. Dengan demikian, langkah strategis yang paling cocok diterapkan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Terakhir, berdasarkan evaluasi SWOT, telah dirumuskan sebanyak 10 pilihan strategi alternatif bagi Angkringan Tepi Pantai Jembrana yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usaha ke depan.
Copyrights © 2026