Krisis kesehatan mental global dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya modalitas terapi alternatif yang terjangkau, salah satunya melalui terapi interaksi dengan hewan, termasuk kucing domestik (Felis catus). Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan dampak interaksi kucing terhadap regulasi emosi dan kesehatan mental melalui tinjauan bio-psikologis dan literatur Islam. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah bereputasi (2015-2025) dan teks keagamaan klasik. Hasil studi ini menunjukkan secara biologis, interaksi positif dengan kucing terbukti meningkatkan kadar oksitosin dan menurunkan kortisol pada manusia. Perilaku afeksi kucing, seperti snuggling, memberikan efek menenangkan dan rasa aman. Dalam perspektif Islam, kucing memiliki kedudukan mulia berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, yang memberikan legitimasi religius dan memperkuat ikatan emosional pemilik Muslim. Meskipun terdapat risiko zoonosis, edukasi preventif dapat memitigasi kecemasan pemilik. Integrasi antara dukungan biologis dan nilai spiritual menjadikan interaksi dengan kucing sebagai strategi non-farmakologis yang efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis.
Copyrights © 2026