Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Laporan Kasus : Gejala Psikotik pada Pasien dengan Riwayat Epilepsi disertai Komorbid Penyalahgunaan Obat-Obatan dengan Ciri Kepribadian Antisosial PRATAMA, MAULANA YUDHA; Ahdimar, Friendy; Maryudhiyanto, Liko; Agustina, Citra Fitri
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4824

Abstract

Gejala psikotik adalah tanda yang menunjukkan gangguan dalam pemikiran, persepsi, atau perilaku seseorang. Gejala psikotik dapat muncul dalam berbagai kondisi mental, termasuk halusinasi organik. Pada kasus Tn. K, laki-laki 20 tahun, datang dibawa oleh keluarga dengan keluhan utama yaitu pasien merasa terganggu dengan bisikan-bisikan di telinganya serta. Menurut keluarga, pasien menunjukan sikap-sikap yang tidak biasa seperti bicara sendiri, perilaku kadang-kadang aneh seperti sifat kekanak-kanakan, sulit tidur, emosi tanpa sebab, memarahi setiap orang yang berinteraksi dengannya, selalu curiga dengan lingkungan sekitar dan selalu keluar rumah bahkan ketika malam hari. Keluarga pasien mengaku bahwa pasien memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan tramadol dan hexymer sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat epilepsi sejak usia 10 bulan sampai sekarang, kejang terakhir 1 hari SMRS. Pasien juga menunjukkan halusinasi auditorik dan waham rujukan. Diagnosis adalah Halusinosis Organik dengan GAF 40-31. Kasus ini menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan psikotik. Temuan dalam laporan kasus ini juga sejalan dengan penelitian-penelitian yang ada mengenai dampak penyalahgunaan zat seperti Trihexyphenidyl dan tramadol terhadap perkembangan gejala psikotik. Pada pasien ini juga menunjukkan ciri kepribadian antisosial yang dimana belum memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Tatalaksana psikotik akibat kondisi medis umum utama adalah mengobati kondisi medis umum yang menyebabkan psikotiknya tersebut melalui pemberian psikofarmaka dan psikoterapi yang tepat. Prognosis bergantung pada reversibilitas dari penyakit yang mendasarinya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit dasarnya.
Pengaruh Hipnoterapi Spiritual Islam terhadap Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Maryudhiyanto, Liko
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i2.216

Abstract

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) sangat mungkin menjadi sumber kecemasan pada mahasiswa program profesi dokter. Hipnoterapi dipercaya dapat membantu individu mengakses pikiran bawah sadar dan melakukan perubahan pada pola pikir yang mendasari kecemasan. Bahkan ketika dikombinasikan dengan spiritual Islam diharapkan memberikan efek lebih signifikan dalam mengurangi kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh hipnoterapi spiritual Islam terhadap tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Metode ini dilakukan untuk mendalami pengetahuan dan interpretasi terhadap teks Al-Qur’an, serta menganalisis aspek psikologisnya. Hasil didapatkan penurunan kecemasan yang signifikan pada mahasiswa dan mampu lebih fokus ketika belajar. Artinya hipnoterapi Spiritual Islam adalah pendekatan yang menjanjikan dalam mengurangi kecemasan mahasiswa menghadapi UKMPPD.
A Literature Review of Domestic Cats (Felis Catus) Interactions on Emotional Regulation and Mental Health: Bio-psychological and Islamic Perspective Maryudhiyanto, Liko; Octodhiyanto, Indradi
Jurnal Ruhul Islam Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v4i1.427

Abstract

Krisis kesehatan mental global dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya modalitas terapi alternatif yang terjangkau, salah satunya melalui terapi interaksi dengan hewan, termasuk kucing domestik (Felis catus). Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan dampak interaksi kucing terhadap regulasi emosi dan kesehatan mental melalui tinjauan bio-psikologis dan literatur Islam. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah bereputasi (2015-2025) dan teks keagamaan klasik. Hasil studi ini menunjukkan secara biologis, interaksi positif dengan kucing terbukti meningkatkan kadar oksitosin dan menurunkan kortisol pada manusia. Perilaku afeksi kucing, seperti snuggling, memberikan efek menenangkan dan rasa aman. Dalam perspektif Islam, kucing memiliki kedudukan mulia berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, yang memberikan legitimasi religius dan memperkuat ikatan emosional pemilik Muslim. Meskipun terdapat risiko zoonosis, edukasi preventif dapat memitigasi kecemasan pemilik. Integrasi antara dukungan biologis dan nilai spiritual menjadikan interaksi dengan kucing sebagai strategi non-farmakologis yang efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis.
Integration of Neurobiology and Spiritual Psychiatry: Mechanisms of Fear Extinction in Ophidiophobia through Analysis of the Story of Prophet Moses Maryudhiyanto, Liko; Octodhiyanto, Indradi
Hikmah Vol. 23 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v23i1.656

Abstract

Ophidiophobia is a specific phobia with strong evolutionary roots that significantly impacts individuals’ quality of life and clinical functioning. Although exposure therapy remains the gold standard treatment, its effectiveness is often limited by patient resistance and high anticipatory anxiety. This study aims to synthesize existing literature on the neurobiological mechanisms underlying snake phobia, identify key morphological triggers, and explore the potential integration of psychospiritual interventions based on the narrative of Prophet Moses. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines, using databases such as PubMed, Scopus, and Google Scholar for publications between 2015 and 2025. Study quality was assessed using the JBI Critical Appraisal Tools. The findings indicate that the human brain possesses a visual detection system highly sensitive to specific scale patterns and curvilinear shapes, triggering rapid responses via the amygdala pathway. Exposure therapy facilitates fear extinction through neuroplastic processes involving prefrontal regulation. The integration of religious narratives may support cognitive reappraisal as a complementary approach. This study proposes an integrative framework to enhance culturally adaptive therapeutic strategies.