Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor keresahan kerja yang memengaruhi turnover intention karyawan di PT. Revina Anju Ephraim. Tingginya perputaran karyawan dipicu oleh masalah seperti keterlambatan gaji, lembur tanpa kompensasi, minimnya fasilitas, serta ketiadaan tunjangan kesejahteraan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima informan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi kerja yang tidak mendukung secara fisik dan psikologis, ditambah gaya kepemimpinan otoriter, memperkuat keinginan resign meskipun perusahaan menawarkan insentif finansial. Informan merasa tidak ada jaminan atau perlindungan dari perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem penggajian, pemberian kompensasi lembur, peningkatan fasilitas, serta perhatian terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan guna mengurangi turnover intention dan meningkatkan loyalitas kerja.
Copyrights © 2026