Dismenorea merupakan keluhan menstruasi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari serta kehadiran di sekolah. Dismenorea ditandai dengan nyeri pada perut bagian bawah yang dapat menjalar ke pinggang atau paha, dengan tingkat nyeri yang bervariasi dari ringan hingga berat. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan dismenorea adalah usia menarche dini (<12 tahun), karena organ reproduksi belum berkembang optimal serta paparan prostaglandin yang terjadi lebih awal dan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea pada siswi di SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dismenorea dilakukan menggunakan kuesioner WaLIDD Score. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian dismenorea paling banyak dialami oleh responden pada tingkat dismenorea sedang (63,2%). Uji statistik Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea (p < 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar -0,473 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea pada siswi di SMP Muhammadiyah 1 Gamping, di mana semakin dini usia menarche maka semakin tinggi tingkat kejadian dismenorea. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan dan penanganan dismenorea.
Copyrights © 2026