Self criticism merupakan hubungan yang intens dan terus menerus yang ditandai dengan adanya tuntutan tanpa henti akan standar yang tinggi dalam kinerja dan ekspresi kebencian serta penghinaan terhadap diri sendiri ketika standar tersebut tidak terpenuhi. Salah satu faktor penyebab self criticism adalah adverse childhood experience yaitu Adverse childhood experience merupakan pengalaman traumatis atau penuh tekanan yang terjadi pada awal kehidupan individu, khususnya pada usia 18 tahun. Penelitian ini melibatkan 429 dewasa awal dengan usia 18-25 tahun di Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu self criticism scale dan adverse childhood experience quesionnaire. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi metode koefisien korelasi Spearman. Hasil penelitian ini mengungkapkan terdapat hubungan positif antara adverse childhood experience dengan self criticism pada dewasa awal di Kota Makassar dengan nilai signifikansi sebesar 0.001 (<0.05) dan nilai korelasi pearson sebesar 0.160. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak adverse childhood experience yang dialami oleh individu, maka semakin sering individu melakukan self criticism.
Copyrights © 2025