Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama ekonomi nasional, namun sering kali menghadapi kendala rendahnya literasi keuangan, terutama dalam penyusunan anggaran produksi yang sistematis. Kondisi ini juga ditemukan pada pelaku UMKM di Desa Alale, Kecamatan Suwawa Tengah, di mana pengelolaan usaha masih bersifat tradisional dan penentuan harga jual sering kali hanya berdasarkan intuisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan teknis pelaku UMKM dalam menyusun anggaran pesanan dan produksi. Pelaku UMKM kini mampu mengidentifikasi komponen biaya secara detail, termasuk biaya overhead dan tenaga kerja yang sebelumnya terabaikan, serta dapat menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara lebih akurat.
Copyrights © 2026