Artikel ini membahas tentang pendapatan asli daerah (PAD) dalam tantangan dan strategi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan PAD agar kemandirian fiskal daerah dapat dicapai. Meskipun desentralisasi memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola keuangannya sendiri, kenyataannya tidak banyak daerah yang memiliki kategori mandiri secara fiskal dalam melaksanakan roda pemerintahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi hambatan internal dan eksternal terhadap optimalisasi PAD, termasuk keterbatasan SDM, infrastruktur, tingkat kepatuhan wajib pajak, dan ketergantungan pada struktur ekonomi tertentu. Studi ini juga merumuskan strategi seperti penguatan tata kelola fiskal, diversifikasi potensi ekonomi lokal, peningkatan layanan publik, perbaikan infrastruktur, dan kebijakan investasi yang inklusif. Temuan menunjukkan bahwa pertumbuhan PAD yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada efisiensi administratif, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, tata kelola digital, dan partisipasi publik. Dengan demikian, PAD harus diposisikan tidak semata sebagai sumber penerimaan, melainkan sebagai instrumen strategis dalam pembangunan daerah yang inklusif dan mandiri.
Copyrights © 2026